it's my world, it's my little Diary. It's about me, love sad and some story

Feeds RSS
Feeds RSS

lebaran


Assalamualaikum wr.wb
Hari Raya pasti identik dengan mengucapkan kata maaf, karna itu.. di waktu senggang ini aku “Arinta Dwi Swastika” minta’ maaf yang sebesar-besarnya ya kalo’ aku punya salah :D
Minal Aidzin Walfaidzin... Mohon maaf lahir dan batin ya....
Owh ya..  Met Lebaran juga ya... 
Ya meski Hari Rayanya masih besok.. gak papa donk kalo’ aku ngucapinnya sekarang... hehehe...
Soalnya kemaren kan galau pelaksana’an hari rayanya... hmm... that’s not problem..


Setiap udara yang aku hirup...
Pasti akan berarti jika semua murni di dapat..
Langkah yang terpopoh juga berarti jika dilalui dengan senyuman...
Mungkin...
Tak sedikit orang memikirkan hal ini..
Tapi yang harus kita tau, seseorang akan sangat berarti jika kita saling mema’afkan..
Jadi..  Ma’afin aku ya kawan kalo’ aku punya salah ama kalian, untuk kesalahanku yang aku sengaja dan gak aku sengaja...

Ehhh.... bukan cuman untuk kawan aja deh... hehehe
Tapi untuk : Allah,Orangtua,keluarga,Sahabat,teman dan semuanya yang pernah aku sakiti...
Makasih banget kalo’ kalian  bisa maafin aku, dan untuk semuanya.. aku juga udah ma’afin kalian kok :D

Wassalamualaikum wr.wb

Karna Sahabat

KARNA SAHABAT
Setumpuk darah kala aku hadir
Menyapa senyum manis lembut
Yang bersinar dalam untaian makna
Yang tersusun rapi dalam bingkai hatiku

Tapi semua tak berarti bagimu
Diman otak kecilmu
Dimana janji lembut yang pernah kau ucap padaku
Dimana?.... Dimana?.....
Dimana semuanya?....

Sungguh...
Sungguh tak pernah ku bayangkan semua itu...
Sungguh...
Sungguh tak tebesit dalam mutiara hatiku...

Awanpun gelap kala aku terjatuh
Bulanpun tak lagi menyapa hadirku
Hari...
Hari yang meresahkan hasrat duniaku
Hingga nafas menjadi sebuah jeritan
Jeritan kejam yang menusuk ragaku

Apakah ini yang di namakan sahabat?
Apakah kau tau...
Apa arti seorang sahabat?

Coba...
Rasakan sedikit saja makna..
Makna sebuah sahabat
Makna dari semua makna

Tangisan darah tak mampuh menahan semua itu...
Apa kau melihat?
Jarum kejam menusuk ragaku...
Apa kau mendengar?
Mutiara kata. Lambang senyummu..

Coba kau lihat..
Bunga mawar yang tersusun rapi di taman...
Hingga hujan menerpa sgalanya...
Kau kejam...
Sungguh kejam...

Aku sendiri menunggumu disini
Dimana raga nyawamu?
Apakah aku harus mencarimu di balik awan?
Apakah aku harus terjatuh melihat kau tersenyum?
Hingga kalbu surut di balik awan...
Kau kejam...
Sungguh kejam...

Jika kau tau...
“Aku menangis karna kehilangan seorang sahabat”
Karna ku tau... Sahabat adalah emas jingga berharga bagiku...
Yang tak akan terganti oleh awan  putih..

Ingat itu...
Ingat!!!
Ku relakan nyawa karna sahabat
Karna emas jingga berhargaku
Yang tak ingin di terpa ombak dangkal
Yang sangat dalam

Dan harus kau tau...
Satu mutiara hatiku
“Aku hidup karna sahabat”...




haha... ni puisi kenang-kenangan waktu ada bulbah di sekolahan, meski kalah gak papa lah... kan udah berusaha, hehehehe...